just the way i am

Just another WordPress.com weblog

Wajah Baru. Suasana Baru. June 21, 2008

Filed under: Tak Berkategori — ovie asykari @ 9:31 pm
Tags:

Sebenarnya sih sudah sejak lama bikin di wordpress. Cuma, belum dapet mood lagi aja buat ngutak-ngatik. Dan juga belum dapet themes yang ‘klik’. Alhamdulillah yang ini suka! :)

Kenapa pindah ke wordpress?

Gatau, pengen aja. Mungkin karena fitur2nya lebih banyak kali ya. (Emang iya gitu?). Tadinya pengen coba iseng bikin site sendiri. Cuma, kalo nyari hostingan yang gratisan, kadang lama. Trus, belum bisa banget juga bikin CMS. Edit site yang statis kan cape juga! Nah, kayaknya yang paling memungkinkan buat ngerealisasiin apa yang pengen Ov bikin, rasanya ini lumayan cocok.

Cuma, tanpa mengurangi rasa hormat saya dengan mbak (atau mas?) wordpress, ini situs agak nggak IMK kayaknya (piss ah!). Tadi lumayan frustasi pas nyari log-out. Warning banget kan tu kalo user sampe frustasi. :D

Well, anyway, mari mulai wajah baru ini dengan membentuk suasana baru dan semangat berbagi yang baru juga! Semoga semua yang ditulis disini nggak cuma asal ngomongnya Ov doang yaa. (Hee..) Semoga bisa bermanfaat! :)

 

Hardisk Baru namanya Daru April 27, 2008

Filed under: Tak Berkategori — ovie asykari @ 7:09 pm

Hari ini lelah berputar-putar jakarta.

Dari daerah-entah-dimana-yang-ada-kuda-di-atas-gedung, menemani Mama Papa dan sekelompok manusia rekan mereka menghadiri salah satu acara sakral yang biasa disebut-sebut pernikahan. Parkir di masjid yang menuansakan kedamaian, akhirnya aku ditinggalkan disana. Untung iciQ cinta ikut! Aku tertolong! Baik sekali dia, selalu menemaniku, yaa, walau harus kubayar dengan tangan atau bahu pegal-pegal, atau konsekuensi bahwa dia tidak bisa menemaniku lebih dari satu jam jika tidak memperoleh makanan sebagai suplai kebutuhan. Anyway, i still love iciQ MUCH!! :D

Satu yang menyedihkan ketika dalam penantian itu! Kejadian memilukan. Anak kecil setinggi pinggangku kira-kira, bermain dan berlarian tiada henti ke sana ke mari, pada akhirnya terjatuh dari tangga setinggi pundakku (mungkin), dan lalu bangun dengan setengah wajah hampir dipenuhi darah. Bahkan dalam kondisi duduk pun dengkulku terasa ‘los’ tiba-tiba. Bagi beberapa yang jelas-jelas mengenalku pasti tau sebab dan akibat kejadian ini buatku. Untungnya, kali ini kepusingan memecahkan projekt JAVA (PR sebenarny *aha, gaya dikit bole la*) mengalahkan hal semacam itu, kecuali kekhawatiranku pada anak kecil itu yang menangis memanggil-manggil sang ibu. Aiih, memilukan. Akhirnya sang ibu datang, menenangkan penuh sayang, membuat si anak diam dan merasa nyaman. Alhamdulillah. :)

Ada saja yang membuatku terkesima sesudahnya. Bukan, bukan tentang si anak-kecil-setinggi-pinggangku tadi, tapi, si tukang parkir. Sederhana. Dia mengucapkan “Alhamdulillah.. Terima kasih..” ketika ayah tercinta memberikan infaq untuknya. Ada yang tau apa istimewanya? Selalu mengharukan bagiku apabila bertemu dengan manusia (sesama) yang selalu mengingat Allah hingga menjadi nalurinya untuk mendahulukan Allah dalam setiap desah nafasnya (insya Allah). Lalu tukang parkir ini? Jelas! Ketika si-pembawa-mobil dan si-tukang-parkir berinteraksi dalam keadaan paling umum, sejauh pengamatan, keduanya hampir bisa menaruh lebih dari 50% perhatiannya kepada interaksi mereka berdua. Dan sepersekian detik yang sangat cepat, si-tukang-parkir menyebut asmaNya secara naluriah, baru berterima kasih kepada perantara rizkinya. Subhanallah. Membuat diri ini merasa payah dan tidak ada apa-apanya. Uf, semoga dimudahkan orang-orang seperti dirinya. :)

Mobil yang kunaiki lalu melaju dan berputar haluan menuju gedung besar pertokoan bernama Mangga Dua. Walau panas begitu terasa, namun suasana diliputi kebahagiaan yang merata (ups, bahasa si kesayangan^) membayangkan gadget baru sebagai alat yang tentu saja diharapkan dapat mempermudah pekerjaan, meningkatkan penghasilan (dalam arti luas lo, misalnya skill, hiburan, kemudahan, bahkan mungkin arti konotatif yang sebenarnya). Selain itu, rencananya iciQ akan diobati. Sangaaat menyenangkan membayangkan iciQ akan lebih lama menemaniku. :)

Sayang berjuta sayang, Excelent, lokasi pertemuanku dengan iciQ tampak sepi dan tak berpenghuni. Akhirnya serbuan beralih ke gadget idaman. Daru! Akhirnya aku bertemu Daru. Dialah si gadget baru, penyemangat dan salah satu teman hidup iciQku. Ahaha, setelah melalui perdebatan panjang, termasuk ketakutan iciQku yang tidak akan bisa disembuhkan karena ada sesuatu dalam dirinya yang sudah tidak lagi seperti biasa, bahkan sampai lemas badanku, akhirnya berjodoh juga dengan si Daru.

Sekarang ini Daru belum bisa jadi teman hidup iciQku, namun, dia bisa dipastikan akan mengiringi tiap jejak langkahku. Menyenangkan, mengetahui ada yang bisa mewadahi apa saja terkait dengan kemampuan iciQ. Ahahah! Sukasukasuka. Daru itu, kecil tapi besarr! Pokoknya suka.

Mohon doanya yaa, semoga si Daru awet sama aku. ^^

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.